DERAKPOST.COM – Lapas Kelas IIA Pekanbaru terus berinovasi dalam membina warga binaan agar memiliki bekal hidup setelah bebas.
Kali ini, Lapas menggandeng Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengembangkan program budidaya ayam petelur sebagai sarana pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di ruang rapat Distankan Kota Pekanbaru, Rabu (8/7/2026), dan dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bersama Kepala Distankan Kota Pekanbaru, Maisisco.
Kolaborasi ini difokuskan pada pelatihan dan pendampingan budidaya ayam petelur di lahan produksi terbatas. Program tersebut dirancang agar warga binaan memperoleh keterampilan praktis yang dapat menjadi modal usaha ketika kembali ke tengah masyarakat.
Tidak hanya memberikan pelatihan teknis, Distankan Kota Pekanbaru juga akan melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas agar program berjalan secara berkelanjutan serta mampu menghasilkan manfaat nyata.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak boleh berhenti pada aktivitas rutin semata, tetapi harus mampu melahirkan warga binaan yang produktif dan siap mandiri.
“Program budidaya ayam petelur ini menjadi bagian dari upaya kami membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Di sisi lain, program ini juga mendukung Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Yuniarto.
Ia menjelaskan, hasil budidaya ayam petelur nantinya tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi warga binaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi dan asupan protein di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
“Kami ingin ketika mereka bebas nanti sudah memiliki kemampuan yang bisa langsung diterapkan untuk mencari nafkah. Harapannya, mereka menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan tidak kembali berhadapan dengan hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Distankan Kota Pekanbaru, Maisisco, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh program tersebut melalui pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan di bidang peternakan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Lapas merupakan langkah konkret dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas.
“Program ini patut diapresiasi karena mampu menggabungkan pembinaan keterampilan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi warga binaan. Ini adalah contoh pembinaan yang produktif, inovatif, dan memiliki manfaat jangka panjang,” katanya.
Melalui kerja sama ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap pembinaan kemandirian semakin berkualitas dan berkelanjutan. Dengan keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas sekaligus berkontribusi bagi masyarakat. (Redaksi)