Bule Mandi Telanjang di Serambi Mekkah Kampar, Indra Maulid: Pemkab Itu Harus Dikenai Sanksi Adat

DERAKPOST.COM – Pemuka adat Kampar, Sawir Datuk Tandiko mengatakan, adanya video viral tentang bule, yang merupakan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang berbikini (semi telanjang) saat berkunjung ke objek wisata Danau Rusa, di PLTA Koto Panjang, memicu reaksi keras.

Begitu juga hal dipaparkanya Indra Maulid kepada wartawan, Selasa (10/2/2026). Dia mengecam adanya’ bule mandi tanpa kain sarung alias semi telanjang tersebut, saat berada objek wisata Danau Rusa, di PLTA Koto Panjang, tersebut. Hal ini, terangnya sudah tidak sesuai dengan julukkan Kota Serambi Mekah.

Oleh karena itu, tokoh Pemuda Kampar ini, mengatakan, pihaknya meminta itu kepada Lembaga Adat Kampar (LAK) ataupun dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau daerah Kabupaten Kampar ini memberikan sanksi adat yaitu satu ekor kerbau harus diberikan Pemkab Kampar.

Namun pada kesempatan itu, Indra Maulid menegaskan, bahwasa yang secara pribadi dirinya tidak pernah menolak hal kehadiran wisatawan, termasuk turis asing. Di dalam hal ini, dia mengakui kehadiran wisatawan mancanegara di Danau Rusa merupa bukti potensi wisata.

“Intinya, saya tidak pernah menolak wisata. Bahkan saya tegaskan mendukung supaya wisata berkembang dan bermanfaat untuk ekonomi anak kemenakan,” ujarmya. Dikata dia, perlu diingat bahwa di Kampar memilik karakteristik sangat berbeda sekali daerah wisata lainnya.

Sebagaimana hal diberitakan sebelumnya. Terkait, viral video salah seorang Wisman yang berbikini diketika berwisata di Danau Rusa PLTA Koto Panjang. Itu viral di media sosial beberapa hari lalu, sehingga menyita perhatian publik, khususnya masyarakat di daerah Kampar.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Afdal angkat bicara. Dikatakan dia, hal kejadian itu bersifat insidental dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Menurut dia, bahwa peristiwa itu terjadi saat jumlah petugas di lokasi yang terbatas. Yang tidak ada mengetahui.

“Saat kejadian, staf berjaga hanya dua atau tiga orang. Sebagian para petugas sedang dipindahkan untuk kegiatan gotong royong pembersihan di lokasi lain. Sehingga tidak ada yang mengetahui kedatanganya tamu tersebut, khusus bule tersebut,” ujar Afdal menjelaskan ini

Kesempatan itu Afdal menyebutkan, dalam perkara ini pihaknya menganggap kejadian tersebut sebagai bentuk kecolongan dalam pengawasan. Namun, bukan sesuatu yang disengaja. Sebab perlu ini diingat, bahwasa kejadiannya tersebut telah terjadi dan n tidak diharapkan. (Dairul)

buleIndraKamparMauliditelanjang
Comments (0)
Add Comment