Banjir Pelalawan Tak Meluas, Tapi Warga Diminta Tetap Siaga

DERAKPOST.COM – Debit air pada Sungai Kampar, di wilayah Pelalawan terpantau stabil. Banjir yang menggenangi wilayah bantaran sungai itu belum menunjukkan tanda-tanda meluas hingga Kamis (15/1/2026).

Meski sejumlah akses jalan masih tampak  terendam, kondisi debit sungai relatif stabil itu dalam beberapa hari terakhir, memberi harapan banjir tidak bertambah parah. Data pemantauan yang menunjukkan kenaikan permukaan Sungai Kampar sangat minim.

Di penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, debit air hanya naik sekitar 1 sentimeter menjadi 2,48 meter di atas batas normal pada Selasa (13/1/2026), bertahan pada level yang sama hingga Rabu (14/1/2026), dan kembali naik tipis menjadi 2,49 meter pada Jumat (15/1/2026).

Dikutip dari laman Pekanbarutribun. Terkait hal ini Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan MSi menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi mulai surutnya pasang laut. “Pasang laut sudah mulai surut di periode pertengahan hingga akhir bulan. Karena itu, debit air Sungai Kampar juga tidak mengalami kenaikan signifikan,” ujar Zulfan, Kamis (15/1/2026).

Selain faktor pasang laut, penurunan curah hujan juga berkontribusi terhadap stabilnya kondisi banjir. Intensitas hujan di wilayah Pelalawan dilaporkan semakin rendah dalam beberapa hari terakhir, sehingga tidak mendorong peningkatan tinggi muka air sungai.

Meski demikian, Zulfan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Ia menyoroti potensi perubahan cuaca yang sulit diprediksi. “Kita khawatir masih ada anomali cuaca tahun ini. Kondisinya bisa berubah-ubah, jadi prakiraan tidak bisa dijadikan pedoman sepenuhnya,” jelasnya.

Hingga kini, banjir masih berdampak pada sejumlah titik akses jalan di sepanjang bantaran Sungai Kampar. Kondisi terparah terjadi di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, di mana akses jalan terputus total sejak empat hari terakhir.

Genangan setinggi 30 hingga 50 sentimeter merendam badan jalan penghubung Jalan Koridor PT RAPP menuju Desa Rantau Baru.

Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, memaksa warga menggunakan sampan dan pompong sebagai sarana penyeberangan.

Sementara itu, jalan penghubung Desa Tambak-Desa Sotol di Kecamatan Langgam terendam banjir setinggi 30-40 sentimeter.

Akses tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda empat ke atas, meski sebagian warga memilih menggunakan jasa penyeberangan air yang disediakan masyarakat setempat.

Di wilayah lain, akses dari Kelurahan Langgam menuju Dusun Muaro masih tergenang, namun belum menghambat aktivitas warga karena masih dapat dilewati sepeda motor dan mobil.

Genangan air juga mulai mengelilingi SD Negeri 004 Muaro Sako, Kelurahan Langgam. Meski demikian, aktivitas belajar mengajar masih berlangsung normal.

“Belum mengganggu aktivitas belajar. Wilayah itu memang rendah dan sangat rentan tergenang jika debit Sungai Kampar naik,” pungkasnya. (Ajo Marbun)

banjirPelalawansiagatetaowarga
Comments (0)
Add Comment