Anggota DPRD Riau Fraksi PKS Amal Fathullah Kritik Pemprov Soal Penanganan ISPA Akibat Karhutla

DERAKPOST.COM – Hingga sekarang, hal kabut asap diakibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih tetap meresahkan berbagai sektor. Begitu juga hal kesehatan masyarakat.

Terkait itu, anggota DPRD Riau mengkritik penangananya masyarakat yang terpapar itu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat asap Karhutla. Amal Fathullah saat berbincang mengatakan, hingga disaat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) belum ada mengambil langkah konkret ini menangani dampak asap, terutama itu bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua.

Sekretaris Komisi I DPRD Riau, yang juga anggota Fraksi PKS, mengapresiasi sikap  Pemerintah Kota (Pemko) itu, yang sudah memberikan masker gratis. Tapi, dia juga  menegaskan bahwasa langkah Pemprov Riau belum ada terlihat dalam menangani “Kita berharap ada langkah konkret terkait penanganan dampak ISPA, seperti ruangan oksigen dan masker yang disediakan untuk menangani korban ISPA,” sebutnya.

Amal juga mengaku sampai saat ini belum melihat adanya secara konkret pemerintah ini mengumpulkan instansi-instansi terkait untuk hal mengambil langkah penanganan masyarakat yang terkena ISPA. Padahalkan langkah pemerintah itu harus memberikan solusi nyata. Maka juga, perlu mencontoh daerah yang melakukan penanganan ISPA dengan baik, yang untuk masyarakat.

Seperti diberitakan berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, hingga saat ini total sudah ada 27.250 masyarakat Riau terpapar ISPA yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli,  mengatakan dari jumlah tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi yaitu 7.434 kasus. Disusul Kabupaten Kampar 3.629 kasus, Bengkalis 2.964 kasus.

“Kemudian Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79 kasus,” katanya.  (Dairul)

Comments (0)
Add Comment