Ancaman Karhutla Meningkat, Hari Ini Ada 1.097 Hotspot Kepung Sumatra dan Provinsi Riau 138

DERAKPOST.COM – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Sumatra ini lagi meningkat terjadi. Seiring makin melonjak titik panas (hotspot). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat total hotspot di wilayah Sumatra mencapai 1.097 titik, Kamis (13/8/2026).

Dari total tersebut, Provinsi Riau menyumbang 158 titik panas yang tersebar secara merata di sejumlah kabupaten dan kota. Angka ini menempatkan Riau sebagai salah satu wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi di Sumatra, setelah Sumatera Selatan yang mencatatkan 432 titik dan Jambi dengan 157 titik.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 5 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) yang tersebar di Kuantan Singingi, tepatnya di Kecamatan Kuantan Mudik, terdeteksi 2 titik api dan di kabupaten Pelalawan 3 titik yang berada di Kecamatan Kerumutan sebanyak 2 titik dan Kecamatan Teluk Meranti 1 titik.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menambahkan bahwa sebaran hotspot di Riau terkonsentrasi di dua wilayah utama. Kabupaten Indragiri Hulu mencatatkan angka tertinggi dengan 36 titik, disusul Kabupaten Bengkalis dengan 35 titik. Total titik panas wilayah Sumatra tercatat 1.097 titik. Untuk Riau ada 158 titik, dengan Indragiri Hulu dan Bengkalis sebagai penyumbang terbanyak.

Selain dua daerah tersebut, titik panas juga terpantau signifikan di Kabupaten Indragiri Hilir (25 titik), Pelalawan (20 titik), dan Kuantan Singingi (10 titik). Wilayah lain yang turut menyumbang hotspot meliputi Rokan Hilir (8 titik), Rokan Hulu (7 titik), Siak (6 titik), Kampar (5 titik), Kepulauan Meranti (4 titik), dan Kota Dumai (2 titik).

Tingginya jumlah hotspot di Sumatra terjadi di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung penurunan suhu secara drastis. BMKG Pekanbaru memprakirakan cuaca pagi hingga dini hari didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan, dengan udara kabur pada pagi dan dini hari.

Hujan dengan intensitas ringan hanya diprakirakan terjadi pada malam hari di tiga wilayah, yakni Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Bengkalis. Daerah lain di Riau belum mendapat potensi hujan yang memadai untuk membasahi lahan kering.

Suhu udara di Riau berkisar antara 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen. Angin bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 10–30 km/jam, yang dapat mempercepat penyebaran api jika terjadi pembakaran.

Di tingkat regional, selain Sumatera Selatan dan Jambi, provinsi lain di Sumatra juga mencatatkan hotspot dalam jumlah bervariasi. Lampung memiliki 121 titik, Bangka Belitung 84 titik, Kepulauan Riau 42 titik, Sumatera Barat 31 titik, Sumatera Utara 29 titik, Aceh 25 titik, dan Bengkulu 18 titik.

Kondisi gelombang laut di perairan Riau masih tergolong rendah dengan ketinggian 0,5–1,25 meter. Meskipun tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem, masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla mengingat tingginya akumulasi titik panas dan minimnya curah hujan di sebagian besar wilayah.  (Dairul)

hotspotKarhutlakepungRiausumatera
Comments (0)
Add Comment